Mengenal 5 Rumah Desain Mobil Italia Dengan Reputasi Terbaik

Mengenal 5 Rumah Desain Mobil Italia Dengan Reputasi Terbaik

Mengenal 5 Rumah Desain Mobil Italia Dengan Reputasi Terbaik

Desain mobil khas Italia selalu menampilkan keeksotisan, hasrat dan sepenuh jiwa, yang selalu dipuja-puja para pengagumnya. Tak dapat disangkal lagi bahwa rumah desain asal Italia konsisten menelurkan produk-produk dengan wajah terbaik selama satu abad belakangan ini.

Tidak hanya pabrikan asal Italia sendiri yang menyerahkan urusan sketsa awal konsep mereka ke tangan para rumah desain, melainkan pabrikan di seluruh dunia, seperti dari Inggris, Jerman, Jepang dan bahkan pabrikan asal Amerika mempercayakan keahlian rumah desain asal Italia untuk urusan desain mobil.

Tercatat ada lima rumah desain besar yang memiliki nama, reputasi, karakter yang sudah diakui seluruh pabrikan otomotif dunia yaitu, Pininfarina, Zagato, Bertone, Italdesign Giugiaro dan Carrozzeria Ghia. Mereka telah menghasilkan mobil-mobil ikonik melegenda.

Uniknya mobil-mobil tersebut terlahir di tahun 60 dan 70an yang memang di berada di era peralihan dari desain klasik ke modern. Namun, desain pada dekade inilah yang menghasilkan desain mobil terindah dan tidak pernah terulang lagi.

Mobil-mobil tersebut menjadi benda sangat berharga saat ini dan merupakan incaran para kolektor yang rela menebusnya dengan nilai tak masuk akal. Kami merangkum lima rumah desain Italia beserta produk terbaik hasil rancangan mereka.

Pinifarina

Pinifarina

Pinifarina

Ferrari 330 GTS rancangan Pininfarina Pinifarina didirikan oleh Battista “Pinin” Farina pada tahun 1930. Rumah desain terkenal akan kolaborasinya dengan Alfa Romeo, Peugeot, Maserati dan yang paling tersohor Ferrari selama 85 tahun belakangan.

Nama Pininfarina sendiri pun sudah menempel di mobil-mobil tampan, terutama supercar di era tahun 1960an. Selain menghasilkan desain-desain yang eksotis, rumah desain ini juga berperan besar dalam menciptakan invoasi baru di bidang teknologi dan manufaktur.

Pininfarina juga yang memprakasai konstruksi unibody dan pengujian aerodinamika di lorong udara. Dua mobil karya Pininfarina yang terkenal adalah Ferrari 330 GTS dan Alfa Romeo Spider.

Ferrari 330 GT 1966 Kerjasama antara Ferrari dan Pininfarina selalu menghasilkan mobil-mobil yang sangat cantik dan ikonik. Dan Ferrari 330 GTS tanpa diragukan masuk dalam salah satunya.

Suksesor Ferrari 250 GT ini debut pertama kali di Geneva Motor Show 1966 dengan format coupe sebagai 330 GTC. Kemudian GTS merupakan varian spider atau tanpa atap dengan tetap mempertahankan profil coupe. Bodi mobil dirakit oleh Pininfarina di Turin dan banyak detail ciri khas Pininfarina tersemat di seluruh tubuhnya.

Bagian paling menonjol yang akan terus abadi adalah desain dua lampu bulat dan gril oval dengan logo ‘kuda jingkrak’ di tengahnya hingga desain buritan meruncing seperti perahu.

Hanya 99 unit 330 GT dibangun dan nilainya pun terus meningkat hingga sekarang. Pada tahun 2014, satu unit 330 GTS original terjual dengan banderol mencapai $2 juta.

Gruppo Bertone

Gruppo Bertone

Gruppo Bertone

Lancia Stratos karya Bertone Di tahun 60an dan 70an merupakan eranya desain dengan model wedges atau meruncing. Terutama dimulai tahun 1970an yang saat itu pencinta mobil dimanapun dibuat tergila-gila dengan desain Lamborghini Miura dan Countach.

Bertone bukanlah pionir model desain lancip seperti itu, namun Bertone-lah yang membuatnya lebih baik. Karakternya paling terlihat di model-model Fiat, Citroen dan bahkan Volvo beberapa tahun kemudian. Namun hasil karya Bertone yang paling ‘seksi’ tak pernah dilupakan dari desain Lancia Stratos.

Lancia Stratos 1973 Pantas diakui sebagai mobil yang tidak hanya sukses di dunia balap tapi juga paling cantik hingga sekarang. Berawal dari konsep Stratos Zero yang merupakan hasil “perang desain” antara Bertone dan Pininfarina untuk melihat yang mana dapat menciptakan mobil konsep paling rendah.

Hasilnya Zero tidak hanya lebih rendah dari konsep Modulo rancangan Pininfarina, melainkan juga menjelma menjadi mobil yang sangat menyenangkan untuk dikendarai. Nuccio bertone mengendarai sendiri Zero menuju pertemuan dengan petinggi Lancia untuk menentukan keputusan final mobil ini.

Presentasinya dengan cara melewati kolong palang gerbang keamanan dan langsung mendapatkan tepuk tangan dari tim Lancia. Desain Zero tersebut pada akhirnya menjadi Stratos, mobil langka dengan gen balap sangat kental.

Zagato

Zagato

Zagato

Kolaborasi Zagato dan Aston Martin Berawal di bidang desain aeronautika atau mendesain pesawat terbang, Ugo Zagato memutuskan ‘banting setir’ mengurus desain mobil di akhir tahun 1910an. Zaman mobil berdimensi besar dan berat, Ia pun memanfaatkan pengalamannya dalam merancang pesawat dan mengaplikasikan ke desain mobil agar lebih ringan dan aerodinamis.

Karya-karya membuat Alfa Romeo jatuh hati dan meminta Zagato merancang Alfa 6C 1500 yang berhasil juara kedua di balap Mille Miglia 1927. Zagato lanjut membangun mobil balap dan berhasil menciptakan 38 mobil yang berkompetisi di Mille Miglia tahun 1938.

Aston Martin DB4 GT Zagato 1960 Hasil kolaborasi Zagato dengan pabrikan yang paling dikenang hingga kini apa lagi kalau bukan Aston Martin DB4 GT Zagato. Kala itu, Aston Martin ingin memulai program balap mereka dan mencapai kata kesepakatan dengan Zagato untuk mendesain ulang bodi DB4 GT yang sudah siap turun di arena balap.

Dengan banyak menggunakan material alumunium dan melepas beberapa bagian bodi yang tidak diperlukan (seperti bemper), Zagato mampu menghemat bobot DB4 GT hingga 45 kg dan membuat desain yang lebih mengalir. Jadilah salah satu Aston Martin paling ikonik dan menarik dari sisi desain bahkan bagi Zagato sendiri.

Hanya ada 25 unit DB4 GT Zagato yang pernah dibuat, dengan 19 unit original dan 6 unit replika. Replikanya saja dapat terjual jutaan dollar, versi original tentu lebih tinggi lagi.

Italdesign Giugiaro

Italdesign Giugiaro

Italdesign Giugiaro

kolaborasi BMW dan italdesign Italdesign yang didirikan oleh Giorgetto Giugiaro merupakan yang termuda dari kelima rumah desain asal Italia. Walaupun paling akhir berdiri bukan berarti desain Giugiaro kehilangan ciri khas dan jati diri.
Justru karakter utama Italdesign sangat populer lewat model-model seperti Volkswagen Scirocco, Fiat Panda dan Isuzu Impulse yang dilepas di pasaran sebagai produk massal.

Walaupun mendesain mobil produksi massal, bukan berarti tidak memiliki ikon yang pantas dibanggakan. Giugiaro adalah tokoh dibalik keelokan DeLorian DMC-12, BMW M1 dan Lotus Esprit.

BMW M1 1978 Inilah salah satu contoh perpaduan sempurna antara rekayasa teknologi Jerman dengan desain eksotis Italia. Selain menjadi model BMW pertama dengan mesin berada di belakang, BMW M1 juga turut serta di dunia balap dan menuntaskan kerjasama antara BMW dan Lamborghini.

Pada saat itu Lamborghini harus menarik diri dari kerjasama ini karena masalah keuangan, namun pada akhirnya mobil inipun berhasil mencapai lantai produksi. Desain akhir M1 digambar sendiri oleh Giorgeto Giugiaro, yang diperintahkan untuk tetap mempertahankan karakter desain BMW. Bagian khas BMW yang dipertahankan adalah gril “double kidney” dan desain “Hofmesiter Kink” di pilar-C. Namun harus diakui BMW M1 sangat terinspirasi BMW Turbo Concept 1972 yang dirancang oleh Paul Bracq. Hanya 453 unit M1 yang pernah dibuat, jika tertarik membelinya, siapkan dana $500 ribu.

Carrozzeria Ghia

Carrozzeria Ghia

Carrozzeria Ghia

Karmann Ghia berbasis VW Beetle Di pertengahan tahun 1910, Giacinto Ghia juga memproduksi mobil dengan bodi alumunium khusus untuk turun di dunia balap. Bahkan Ghia merancang bodi Alfa 6C yang memenangi Mille Miglia tahun 1929.
Beberapa kali Ghia mengalami perubahan pucuk pimpinan. Mulai dari Felice Mario Boano, pembalap Alejandro de Tomaso dan sekarang dimiliki oleh pabrikan raksasa Ford Motor Company.

Diantara tahun 1954 dan 1963,dibawah kepemimpinan Luigi Segre, Ghia menemukan karakter yang sebenarnya. Desainer Giovanni Savonuzzi menggambar sketsa bahasa desain “Supersonic” yang terinspirasi oleh roket dan menjadi ikon bahasa desain Ghia hingga kini.

Volkswagen Karmann Ghia 1955 Satu rancangan Ghia yang paling dikenang sampai sekarang adalah Volkswagen Karmann Ghia. Pada masa perang dunia kedua, Volkswagen meminta perusahaan karoseri asal Jerman, Karmann, untuk menciptakan sebuah mobil menggunakan VW Beetle sebagai basis namun lebih memberi cita rasa kemewahan. Kemudian Karmann meminta Ghia untuk merancang desainnya.
Terinspirasi dari proyek Chrysler D’Elegance yang dirancang oleh Virgil Exner, Luigi Segre mendesain ulang dengan garis-garis desain sama ke dalam sasis VW Beetle. Hasilnya adalah salah satu Volkswagen berpenampilan terbaik sepanjang masa.

Sumber : oto.com

Baca Artikel Lainnya :  9 Cara Unik Memotong Semangka

BANNER FREE MEMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *