10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Di sepanjang tahun 2016, tim editorial Tech in Asia Indonesia menemukan banyak ide startup di dunia yang menarik. Startup ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari transportasi, media, kesehatan, hingga hobi minum teh.

Jika kamu ingin membangun bisnis startup di tahun baru 2017, ide unik dari startup dunia berikut ini mungkin bisa menjadi inspirasimu untuk merintis bisnis yang tak kalah unik dan bermanfaat. Berikut ini adalah daftar lengkapnya.

Aditya Hadi Pratama

YOLO Health

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Pemeriksaan kesehatan seringkali menjadi sebuah aktivitas yang menyulitkan, bahkan mahal, terutama bagi para masyarakat di daerah pedesaan. Hal itulah yang mendorong sebuah startup India bernama YOLO Health untuk menghadirkan mesin pemeriksaan kesehatan otomatis di berbagai daerah.

Kamu hanya perlu mengikuti perintah-perintah yang diberikan, serupa ketika kamu tengah menggunakan mesin ATM untuk mengambil uang. Dengan mesin tersebut, kamu bisa memeriksakan berbagai hal, mulai dari tekanan darah, kandungan gula dalam darah, hingga memeriksa kelainan yang muncul di kulit kamu. Apabila ada hal yang perlu kamu ketahui lebih lanjut, mesin YOLO Health juga bisa menghubungkan kamu dengan seorang dokter lewat layanan video call.

Sejak awal tahun 2016, YOLO Health telah memasang sekitar tujuh mesin pemeriksaan kesehatan tersebut di berbagai kota. Menurut saya konsep ini sangat unik karena hampir tidak ada yang pernah memikirkan ide ini sebelumnya. Dan ternyata, ide ini benar-benar bisa membantu masyarakat.

Tak hanya itu, nama YOLO Health sendiri merupakan hal yang menarik. Nama tersebut diambil dari istilah “You Only Live Once” (kamu hanya hidup sekali), yang biasanya diucapkan seseorang yang akan melakukan hal berbahaya demi merasakan pengalaman yang menyenangkan.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang YOLO Health? Kunjungi situs resminya di sini.

Skunklock

Banyak pengendara sepeda yang sudah merasa aman ketika memarkir sepeda mereka di tempat umum dengan sebuah kunci gembok. Namun penggunaan kunci gembok ternyata tidak menjamin kalau sepeda kamu akan benar-benar aman dari tangan jahil orang yang tidak bertanggung jawab.

Beberapa rekaman video CCTV membuktikan kalau para pencuri ternyata bisa memotong gembok sepeda dengan alat pemotong besi. Dan untuk melakukan hal itu, mereka hanya butuh waktu sekitar 30 detik.

Fenomena ini kemudian menjadi inspirasi bagi sebuah startup asal Amerika Serikat yang bernama Skunklock untuk membuat gembok yang bisa “melawan” para pencuri sepeda. Hal itu menjadi mungkin karena gembok yang dibuat oleh Skunklock bisa mengeluarkan cairan beracun apabila dipotong.

Meski ide Skunklock ini terdengar begitu berbahaya dan “gila”, namun, menurut saya, solusi yang mereka hadirkan menjadi menarik karena bisa menjadi solusi agar para pengendara bisa memarkir kendaraan mereka dengan tenang tanpa takut dicuri orang.

Untuk mendapatkan gembok Skunklock tersebut, kamu bisa mengunjungi situs resmi mereka di sini.

 

Ekky Pramana

Teabox

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Sebagai peminum teh, startup asal India ini cukup menarik perhatian saya. TeaBox, startup yang bergerak di bidang distribusi dan penjualan teh berkualitas secara online ini mencoba berinovasi di industri bernilai miliaran dolar ini.

Teabox didirikan oleh Kaushal Dugar, seorang pemuda yang berasal dari keluarga yang telah berkecimpung di bisnis teh selama delapan puluh tahun. Sedari kecil, Dugar telah meminum berbagai macam teh terbaik di dunia, hingga suatu saat terbesit di benaknya untuk membawa bisnis ini ke ranah online.

Teabox menawarkan berbagai jasa, salah satunya adalah jasa pengiriman daun teh terbaik dari ratusan petani India dan Nepal ke 95 negara di seluruh dunia. Teabox juga menyediakan TeaPacs, yaitu teh premium yang dikemas dengan kantong teh siap seduh yang menyasar pasar masyarakat umum.

Meski produksi teh Indonesia masih jauh di bawah India, negara kita merupakan salah satu produsen terbesar dan terbaik di dunia. Dengan demikian, potensi startup yang hendak bermain di industri ini masih cukup besar.

Jika kamu ingin mencicipi teh berkualitas asal Asia Selatan, langsung saja kunjungi situs Teabox di sini.

Isitup

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Mengatur aset kantor untuk kebutuhan audit dan sebagainya merupakan momok yang merepotkan bagi setiap perusahaan. Hal tersebut mungkin sepele bagi startup kecil yang baru memulai perjalanannya. Namun saat startup tersebut tumbuh besar, kendala ini akan muncul dengan sendirinya.

Di sinilah kegunaan dari jasa yang ditawarkan oleh startup asal Malaysia ini. Dengan mengandalkan layanan cloud, Isitup akan membantu perusahaan mengatur dan mendata setiap aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Setiap aset akan dicocokkan dengan QR code dan RFID untuk memudahkan pendataan kembali.

Tidak hanya itu saja, tiap aset akan memiliki data yang lebih detail, seperti kapan aset tersebut dibeli, dan siapa yang bertanggung jawab atas sebuah aset, dan sebagainya. Kemudahan yang ditawarkan akan meringkankan beban bagian administrasi umumnya kesulitan melakukan pendataan aset.

Menurut saya, pertumbuhan startup yang pesat membuat layanan pendataan aset kantor ini sangat dibutuhkan di Indonesia sendiri, cepat atau lambat.

Kunjungi situs Isitup untuk melihat lebih detail tentang keunggulan layanan yang ditawarkannya di sini.

Septa Mellina

Cheddar

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Jika kamu perhatikan, belakangan banyak sekali media online bermunculan dengan target generasi millennial. Dan, jika kamu perhatikan lagi lebih jauh, media ini menyuguhkan konten yang nyaris serupa: percintaan, humor, tip kecantikan dan kesehatan, fakta unik, fesyen, dan gosip. Konten yang disajikan juga menggunakan judul clickbait agar pembaca tertarik membuka tautan berita. Trik ini banyak digunakan demi mengantongi traffic yang tinggi.

Apakah yang dilakukan media adalah hal yang salah? Tidak juga. Tapi, jika kamu bosan dengan konten di media online yang itu-itu saja, mungkin ini saatnya kamu melirik Cheddar.

Cheddar merupakan startup media besutan Jon Steinberg, mantan presiden Buzzfeed dan CEO Daily Mail untuk Amerika Serikat. Cheddar menyajikan konten berformat video sama seperti sejumlah media lain. Bedanya, Cheddar menyasar generasi millennial yang tertarik dengan bisnis.

Jika kamu mengakses web Cheddar, kamu akan menemukan video seputar bagaimana Starbucks memperlebar bisnisnya dan menggunakan teknologi baru, rencana monetisasi Tinder, dan sepak terjang bisnis perusahaan dan startup dunia lainnya. Bahkan, kepada Business Insider, Cheddar mengatakan pihaknya menyiarkan konten siaran langsung selama satu hingga dua jam setiap hari dari lantai bursa New York Stock Exchange.

Kejelian Cheddar menangkap pasar niche di tengah persaingan media saat ini patut diacungi jempol. Ia berani tampil beda dari banyak pemain. Ini adalah alasan utama saya memasukkan Cheddar ke dalam daftar ini. Selain itu, konten yang ditampilkan pun cukup dalam dan insightful—sangat baik untuk jadi bekal pengetahuan bagi millennial agar tak melulu “sibuk” dengan fesyen dan mantan.

Ingin mendapat insight bisnis? Kamu bisa mengakses situs Cheddar di sini.

Get20

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Get20 merupakan startup yang menyediakan layanan on-demand untuk membantu perusahaan kecil mendapatkan jasa pengacara. Layanan berbasis aplikasi ini mengenakan biaya berlangganan sebesar US$40 per bulan (sekitar Rp54.000). Dengan harga tersebut, perusahaan bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum tanpa batas, ulasan untuk tiga dokumen per bulan, dan pembuatan tiga dokumen per bulan.

Dengan Get20, perusahaan dapat meminta jasa pengacara via aplikasi. Nantinya, aplikasi akan mencocokkan perusahaan dan pengacara yang tepat. Jika berjodoh, perusahaan bisa langsung menerima jasa pengacara tersebut dalam satu hari kerja.

Menurut saya, ide yang ditawarkan startup asal Chicago, Amerika Serikat ini ibarat angin segar bagi perusahaan-perusahaan yang masih “merangkak” dalam membangun bisnisnya dan tak punya banyak dana untuk memakai jasa konsultan hukum. Sebab, memiliki dokumen legal menjadi hal yang tak terelakkan terlepas dari seberapa besar bisnis kamu.

Cari tahu layanan Get20 lebih jauh di sini.

 

Pradipta Nugrahanto

LoveNuts

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Masalah seks bagi saya adalah hal yang personal. Jadi seaneh apa pun seleranya, itu adalah hak tiap-tiap orang. Termasuk urusan memiliki sextoy. Namun tentu saja tidak semua keluarga atau orang terdekat bisa dengan mudah menerima urusan ini. LoveNuts menawarkan solusinya.

Berangkat dari pengalaman pribadi rekan Co-founder dan CEO Donald Hsu yang tinggal satu rumah dengan mertua, ia merancang sextoy yang aman untuk ditaruh di rumah tanpa perlu repot menyembunyikan. Bentuknya juga sama sekali mengecoh, dan baru akan berfungsi bila pemilik membuka “kunci” melalui smartphone dan tablet.

Lalu bagaimana bila orang lain tidak sengaja menemukan perangkat LoveNuts saat sedang membereskan kamar misalnya. Tenang, tanpa adanya koneksi Bluetooth dari smartphone dan tablet, perangkat ini hanya akan berfungsi sebagai senter.

Tertarik untuk melakukan pemesanan LoveNuts? Langsung saja kunjungi situs resminya.

Kello

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Masalah tidur kerap membuat orang bangun kesiangan. Bagi saya pribadi, terlambat bangun di pagi hari adalah “bencana”. Karena biasanya akan berujung pada berantakanya aktivitas di hari itu. Sekilas, Kello hanya menghadirkan jam weker, namun bila ditelisik lebih lanjut, produk mereka adalah personal sleep trainer.

Perangkat ini bisa terkoneksi dengan layanan streaming musik populer seperti Spotify atau Deezer. Ini jelas solusi untuk kamu yang selalu merasa kesal bahkan sakit kepala ketika mendengar dering weker di sebelah kasur kamu. Tinggal set ke lagu atau podcast favorit kamu dan kamupun akan bangun dengan lebih enak.

Selain itu, karena terkoneksi dengan smartphone, kamu juga bisa menghubungkan aplikasi resmi dari Kello yang di dalamnya terdapat berbagai Smart Programs yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu, dari bangun sampai tidur lagi.

Berminat memiliki smart alarm clock ini? Ketahui info lengkapnya dulu di sini.

 

Eka Santhika

Recharge

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

Jika banyak layanan booking hotel menyediakan pemesanan kamar untuk digunakan 24 jam, maka menggunakan Recharge kamu bisa melakukan booking kamar hotel hanya untuk beberapa jam saja. Ide membuat Recharge sendiri didapat ketika melihat sopir Uber dan Lyft yang kesulitan mencari tempat istirahat saat sedang bekerja.

Ide bisnis ini menarik, sebab beberapa orang memang tak butuh memesan kamar hotel selama 24 jam, seperti disebutkan pendiri dan CEO Recharge, Manny Bamfo.

Menurutnya, Recharge berguna bagi mereka yang ingin check-in lebih awal atau lebih lambat di hotel. Berguna juga untuk mereka yang butuh kamar sementara untuk bekerja, mandi, atau hanya sekedar tidur siang misalnya.

Meski demikian, ia tak menampik kemungkinan layanannya ini disalahgunakan untuk tindakan negatif, seperti prostitusi misalnya. Meski demikian, Bamfo mengklaim saat ini aplikasinya sebagian besar digunakan oleh profesional dan pelajar dan tidak digunakan untuk tujuan ilegal.

Penyewaan kamar bisa diatur hanya untuk beberapa menit hingga beberapa jam saja. Tarifnya, US$0,66 per menit (sekitar Rp8.000) atau US$40 per jam (sekitar Rp54.000). Saat ini Recharge hanya tersedia di iOS.

Begitu memesan hotel via aplikasi, kamu hanya punya 15 menit untuk tiba di hotel dan melakukan check-in. Biaya dihitung menggunakan argo di aplikasi. Setelah check-in, argo mulai berjalan setelah 15 menit. Selesai menggunakan kamar, kamu tinggal menekan tombol Check Out di aplikasi dan argo pun berhenti. Hingga saat ini belum ada biaya jam sibuk (surge price) jika permintaan sedang tinggi.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Recharge juga memberikan fitur agar hotel bisa memberi rating kepada pelanggannya. Sehingga, jika ada tamu yang tidak menyenangkan, hotel bisa menolak kedatangan orang ini di kemudian hari. Dengan Recharge, Bamfo yakin hotel tidak saja bisa mengambil hunian dari tamu luar kota saja. Tapi, kini hotel bisa menjadikan tamu dalam kota sebagai sumber pendapatan mereka.

Cek layanan Recharge disini.

WaiveCar

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

10 Startup Unik dari Seluruh Dunia Pilihan Tech in Asia Indonesia di Tahun 2016

WaiveCar merupakan perusahaan startup yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat yang memungkinkan kamu untuk menyewa gratis kendaraan yang disediakan WaiveCar. Startup ini memang menyediakan layanan car-sharing yang mengandalkan iklan. Sehingga, biaya berkendaraan kamu digantikan dari biaya pemasangan iklan dari “billboard berjalan” ini. Konsep ini disebut-sebut sebagai yang pertama di dunia. Untuk bisa mengendarai WaiveCar, kamu perlu memiliki smartphone, SIM, dan kartu kredit.

Untuk operasionalnya, WaiveCar menggunakan mobil empat pintu bertenagai listrik seratus persen sehingga bebas emisi. Terdapat dua puluh mobil yang saat ini beroperasi di jalan sebagai “billboard berjalan”. Kemampuan jelajahnya sekitar 128 km dalam satu kali pengisian baterai. Mobil ini bebas digunakan hingga dua jam. Lewat dari batas waktu, pengendara dikenakan biaya US$5,99 (sekitar Rp80.500) per jam.

Dengan cara ini WaiveCar menyebutkan bahwa iklan yang ditampilkan tidak hanya berdasarkan hari dan jam tertentu saja, tapi juga bisa menargetkan wilayah tertentu berdasarkan GPS. Aplikasi WaiveCar tersedia di iPhone dan Android. Selain untuk memesan layanan, aplikasi juga digunakan untuk membuka kunci mobil dari jarak jauh, sementara kunci asli tetap di dalam mobil.

Cek layanan WaiveCar di sini.

Itulah kesepuluh ide startup dunia menarik versi editorial Tech in Asia Indonesia.

Sumber : id.techinasia.com

Baca Artikel Lainnya : Asli Greget! Pria Ini Tak Sadar Kalau Pemecah Kacang yang Dipakainya Selama 25 Tahun adalah Granat

 

BANNER FREE MEMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *